◄Selamat Datang DI ☼DeXus ForuM☼►

Jika Kalian Ingin Melihat Forum'' kami silahkan klik DI SINI

Jangan cuma mampir doank Gabung juga di DeXuS | ForuM Supaya anda bisa mendapat info terbaru dari kami

Gabung juga di Facebook kami caranya klik DI SINI

jgn cuma baca register juga donk
ingat Jgn Ninggalin Spam

Sharing Semua Hal Yang Kamu Tau Disini Dan Temukan Yang Kamu Ingin Tau
 
IndeksPortalCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin
FORUM INI DI JUAL BESERTA SEMUA SISTEM USER DAN SEMUA YANG ADA DISINI HARGANYA BISA NEGO HARAP HUBUNGI 083873571037 [ADMIN]

Share | 
 

 16 hukuman sadis dalam sejarah kekisaran cina kuno

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage

LeNz
Global Mod
Global Mod

Male Jumlah posting : 119
Points : 242
[ $ ] Dollar : 15
Join date : 19.12.10
Umur : 20

PostSubyek: 16 hukuman sadis dalam sejarah kekisaran cina kuno    Fri Feb 04, 2011 9:46 am

1. Dikuliti

Saat menguliti mulai dari tulang belakang, kulit punggung dibelah menjadi dua, perlahan-lahan pisahkan kulit dengan daging, dibuka seperti kupu-kupu yang mengembangkan sayapnya. Selain itu, ada sebuah cara lain untuk menguliti, entah berapa besar tingkat
kevalidannya. Yaitu dengan mengubur orangnya di tanah, hanya terlihat
kepalanya saja. Buat goresan berbentuk tanda (+) di atas kepala, lalu
buka kulitnya, tuangkan mecury ke dalamnya.

Karena berat jenis mercury sangat berat, maka akan dapat memisahkan kulit dan daging, orang yang terbubur di tanah akan merasa sangat kesakitan, namun tidak dapat melepaskan diri. Lalu terakhir akan melompat keluar dari lubang, meninggalkan selembar kulit di tanah... lalu kulit tersebut dijadikan genderang, digantungkan di depan pengadilan untuk memperingatkan orang lain. Pada awalnya, hukuman dikuliti dilakukan setelah mati, kemudian berkembang menjadi dikuliti hidup-hidup.

2. Penggal pinggang

karena penggal pinggang adalah memisahkan tubuh seseorang dari bagian
tengah, sedangkan organ-organ penting berada pada tubuh bagian atas,
maka yang dihukum tidak akan segera mati, melainkan masih sadar dan memerlukan beberapa saat lagi hingga akhirnya mati. Saat Kaisar Chengzu dari dinasti Ming menghukum mati Fang Xiaoru, yang
digunakan adalah penggal pinggang ini. Konon setelah dipenggal, Fang
Xiaoru masih bisa merangkak dan menulis huruf "cuan" (= merebut ;
biasanya untuk merebut tahta) di tanah. Setelah menulis 12 setengah huruf, baru akhirnya mati.

3. Pisahkan dengan kereta

Nama lainnya adalah "membelah mayat dengan 5 kuda". Sangat sederhana, yaitu dengan mengikat kepala, kedua tangan & kedua kaki dengan tali, lalu ditarik oleh 5 ekor kuda ke 5 arah yang berbeda, sehingga tubuhnya terbelah menjadi 6 bagian. Konon Shang Yang dihukum mati
dengan cara ini. Diperlukan tenaga besar jika ingin memisahkan tubuh
orang menjadi 6 bagian, apalagi jika dengan ditarik. maka dapat
dibayangkan penderitaan si penerima hukuman. Pada saat benar-benar sudah
terpisah, mungkin ia sudah tidak merasakan penderitaan lagi.
Kesakitannya adalah pada saat ditarik.

4. Lima hukuman

Gabungan dari penggal kepala, potong kaki, potong tangan, potong telinga
dan hidung, "belah menjadi 8 bagian". Biasanya setelah orangnya mati, baru
dipotong kepala, tangan & kakinya, lalu tubuhnya dibelah jadi 3.
Setelah Kaisar Gaozu dari Dinasti Han mangkat, Permaisuri Lv menangkap
selir kesayangannya, Nyonya Qi (ibu dari Liu Ruyi), memotong tangan dan
kakinya, juga memotong hidung,
telinga & lidahnya, mencungkil matanya, lalu dibuang ke kandang
babi, diberi nama "ren zhi" (babi manusia). sampai-sampaia anak
Permaisuri Lv juga sangat kaget melihatnya.

5. Hukuman mati pelan-pelan

Pada awalnya adalah setelah mati baru mayatnya dicincang jadi bubur daging, disebut "hai". yang
pernah menerima hukuman ini adalah Zi Lu, dan putra sulung Zhou Wen
Wang: Bo Yi Kao. Kemudian dalam perkambangannya, menjadi lebih mendetil,
yaitu hukuman dilakukan apda saat orangnya amsih hidup, tujuannya
adalah agar yang dihukum menderita, maka ada ketentuan harus dibacok sampai berapa kali dulu sebelum mati.

Konon kemudian hukuman ini dilaksanakan oleh 2 algojo, mulai bacok dari
kaki, terus hingga 1000 bacokan, yaitu dengan dipotong dagingnya
selembar-selembar sampai mati. Katanya jika belum sampai 1000 bacokan sudah mati, maka algojonya juga akan kena hukum. Yang
paling mengenaskan adalah jenderal penentang Qing pada jaman Ming
akhir, Yuan Chonghuan. Karena kaisar Chongzhen terkena siasat adu domba
musuh & mengira ia berkhianat, maka dijatuhi hukuman "lingchi".

Sebelum hukuman dijalankan, tubuhnya dililit dengan jala ikan agar daging-dagingnya menonjol keluar, lebih mudah untuk dipotong-potong. lalu dibawa keliling kota,
ditonton oleh rakyat, dagingnya pun dimakan oleh rakyat. Penderitaan
secara batin mungkin bisa melebihi penderitaan secara fisik. Ini adalah
salah satu hukuman resmi di jaman Ming - Qing.

6. Jerat / gantung

Hukuman jerat di Zhongguo biasa menggunakan senar busur. Yaitu dengan meletakkan senar busur pada leher yang akan dihukum, senar menghadap ke depan, algojo berdiri di belakang sambil memutarkan busurnya semakin lama semakin kencang. Yang dihukum akan mati pelan-pelan. Ayah-anak Yue Fei mati di Paviliun Fengbo dengan cara seperti ini. (karena ia adalah pejabat berjasa, tidak boleh dipenggal, harus meninggalkan jasad yang utuh). Sedangkan Raja Gui dari Dinasti Ming akhir juga dibunuh dengan cara jerat/gantung ini oleh Wu Sangui.

7. Dimasak / direbus

Pada jaman Dinasti Tang, jaman pemerintahan Wu Zetian, ada seorang pejabat bernama Lai Junchen yang suka menggunakan cara-cara hukuman yang kejam. Terhadap tawanan yang
tidak mau mengaku, ia sering menginterogasi dengan memaksa menggunkan
hukuman sadis. Yaitu dengan menggunakan sebuah kuali dan menyuruh
tawanan masuk ke dalamnya, lalu di bawah kuali dibakar api (seperti
memasak). Kalau tawanan tetap tidak mau mengakui kesalahannya, maka akan
mati kepanasan.

Kemudian Wu Zetian mendengar hal ini dan memanggil Lai Junchen. Ia bertanya pada Lai Junchen, apa yang dilakukan bila ada tawanan yang
tidak mau mengaku. Lai Juunchen menceritakan cara ini dengan bangga. Wu
Zetian pun berkata dengan tenang, “Persilakan dia masuk ke kuali.” …
dan Lai Junchen pun mati dibakar.

8. Kebiri habis

Sima Qian pernah menerima hukuman ini sebelum menuliskan kitab sejarah (Shi Ji). Cara kebiri di Zhongguo sangat
mendetil. Pertama-tama, ikat adik kecil (termasuk kantung keturunan)
agar darah tidak dapat mengalir, sampai rusak secara alami, baru kemudian dipotong dengan pisau (seluruhnya, bukan hanya adik kecilnya saja). Setelah dipotong, bubuhi dengan abu wangi untuk
menghentikan darah, tancapkan bulu angsa pada lubang jalur kencing.
Tunggu beberapa hari, cabut bulu angsa. Kalau bisa kencing, berarti
proes kebiri telah berhasil.

Kalau tak bisa kencing, anggap saja gagal, jadi orang cacat, biasanya akan mati keracunan kencing yang tak bisa keluar. Jadi kalau mau mengebiri orang untuk
dijadikan kasim, sebaiknya kebiri waktu masih kecil. Semakin tua,
resikonya akan semakin besar. Hukuman ini sering digunakan oleh kaum
bangsawan untuk menggantikan hukuman mati. Sebaliknya, untuk wanita, adalah dengan ditutup.

9. Lumpuhkan kaki

Untuk potong kaki ini, ada beberapa macam penjelasan yang berbeda. Ada yang bilang dengan memotong kaki dari lutut ke bawah. Ada juga yang bilang dengan mengambil tulang lutut. Yang
kedua tampaknya lebih dapat dipercaya. Pokoknya, ini adalah sejenis
hukuman kejam dengan membuat orang jadi lumpuh. Pada jaman Zhan Guo, Sun
Bin (孙宾) pernah menerima hukuman ini.

Setelah menerima hukuman, baru namanya dibah menjadi Sun Bin (孙膑 --- 膑 :
hukuman lumpuhkan kaki dengan diambil tulang lututnya). Jika tulang
lutut diambul, maka antara kaki bagian atas dan kaki bagian bawah akan
kehilangan hubungan, berdiri pun tidak bisa. Maka dalam sejarah tidak
resmi, Sun Bin bahkan tak bisa emnunggang kuda saat berperang, harus
naik kereta (baik kereta kuda ataupun kereta yang didorong manusia).

10. Tusuk dengan jarum

Yaitu dengan menusukkan jarum pada celah kuku. Biasa digunakan untuk tawanan wanita.



Spoiler untuk 6 lainnya:





11. Kubur hidup-hidup

Sering digunakan pada jaman Zhan Guo. Karena hemat tenaga, juga cepat.
Hukuman kubur pada jaman perang, biasanya tawanan perang disuruh
menggali lubang sendiri, kemudian dibunuh dan dimasukkan ke dalam lubang
itu. Kalau waktunya tidak cukup, langsung saja dimasukkan ke dalam
lubang dan dikubur hidup-hidup. Hukuman kubur hidup-hidup ini sudah ada
sejak jaman kuno. Tapi belum pernah tercatat ada tokoh terkenal yang mati dihukum dengan cara ini. Yang lebih kejam yaitu dengan dikubur dalam posisi berdiri, dengan kepala di atas permukaan tanah, kemudian disiksa dulu.

12. Racun Zhen

Racun zhen sepertinya merupakan cara yang cukup berperikemanusiaan di antara hukuman-hukuman kejam ini. Di antara racun-racun jaman Zhongguo kuno, yang paling terkenal adalah racun zhen. Dari sinilah asal muasal dari peribahasa “minum zhen untuk menghilangkan haus”. Biasa digunakan untuk hukuman “diberi kematian” (maksudnya disuruh bunuh diri sendiri).

13. Hukuman tongkat

Yang dimaksud dengan tongkat, bukan berarti dipukul dengan tongkat.
Melainkan tongkat dimasukkan dari mulut sampai ke dalam tubuh sampai
seluruh tongkatnya masuk, lambung dan organ tubuhnya pecah, yang dihukum
akan mati dengan tragis. Dalam sejarah resmi, tidak ada catatan tentang
hukuman ini. Cara hukuman ini muncul pada novel Xia Ke Xing karya Jin
Yong. Bahkan ada julukan indahnya yaitu “membuka mulut dan tertawa”.

14. Potong dengan gergaji

Yaitu dengan menggergaji orang sampai mati. Ketragisannya sebanding
dengan lingchi & kuliti. Maka di antara hukuman-hukuman kejam di
neraka, ada tertulis tentang hukuman gergaji sampai mati ini.
Sebenarnya, hukuman gergaji ini tidak hanya ada dalam dongeng, melainkan
juga ada di dunia nyata. Dalam tercatat, bawahan dari selir kesayangan
Raja Wu (Sun Hao), merampas harta rakyat di pasar.

Pengurus pasar, pejabat Chen Sheng adalah pejabat kesayangan Sun Hao. Ia
menangkap sang perampas dan dihukum. Sang selir melapor pada Sun Hao,
Sun Hao marah, lalu mencari-cari alasan dan menangkap Chen Sheng atas
dalih kesalahan yang lain. Lalu memerintahkan algojo mambakar gergaji
sampai memerah, dan emnggergaji kepala Chen Sheng. Mayatnya dibuang ke
bawah Si Wang Tai.

15. Patahkan tulang belakang

Saat seseorang punya dendam yang mendalam pada musuhnya, maka ia akan
terpikirkan cara mematahkan tulang belakang ini. cara ini memang
merupakan salah satu cara untuk melampiaskan amarah, karena begitu
tulang belakang patah, orangnya pasti akan mati. Dalam sejarah Zhongguo,
patahkan tulang belakang ini juga merupakan salah satu bentuk hukuman
yang penting. menurut, pada jaman Chunqiu, Ji Chong'er bermaksud
menentukan hukum tertulis secara jelas agar masyarakat patuh pada hukum,
kemudian ia berunding dengan para penasehat.

Seorang pejabat Ji Chong'er yang bernama Dian Jie datang sangat
terlambat. Ada yang menganggap Dian Jie bersalah 7 harus dihukum. Ji
Chong'er setuju, dan Dian Jie dihukum dengan dipatahkan tulang
belakangnya. Semua pnasehat (pejabat) negara Jin dangat takut, mereka
berkata: "Dian Jie yang sudah ikut Ji Chong'er mengembara ke
negara-negara selama 19 tahun, memiliki jasa yang sangat besar, karena
kesalahan kecil saja dihukum dengan begitu berat. Bagaimana dengan
kami?' Sejak saat itu, semua orang jadi sangat taat pada hukum.

16. Sisir & bersihkan

Yang dimaksud dengan sisir & bersihkan, bukanlah anak gadis yang
sedang bersolek, melainkan nama sebuah hukuman sadis. yang dimaksud
adalah menguliti kulit orang dengan sikat besi hingga hanya tinggal
tulang & daging saja, sampai akhirnya mati. Pencetus pertama hukuman
ini adalah Zhu Yuanzhang. Berdasarkan catatan karangan Shen Wen, pada
saat menjalankan hukuman ini, algojo melepas seluuh pakaian penerima
hukuman, lalu dibaringkan di atas ranjang besi, tubuhnya disiram dengan
air mendidih beberapa kali, lalu dikuliti dengan menggunakan sikat besi.

Sama halnya seperti rakyat menyiram babi dengan air panas untuk dicabuti
bulunya. Terus hingga kulit dan daging terkelupas habis & tulangnya
terlihat. Penerima hukuman biasanya belum sampai selesai sudah mati
duluan. Sisir & bersihkan ini memiliki persamaan prinsip dengan
hukuman mati pelan-pelan (no 5). Menurut ada tercatat, Wu Sansi pernah
mengutus Zhou Lizhen untuk menangkap Heng Yanfan, kemudian diseret-seret
di atas rakit bambu sampai dagingnya terkoyak & terlihat tulangnya,
kemudian memukulinya dengan tongkat sampai mati.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user

Admin[Dicky]
Admin
Admin

Male Jumlah posting : 298
Points : 712
[ $ ] Dollar : 15
Join date : 05.12.10
Umur : 20
Lokasi Lokasi : Jakarta and Bekasi

PostSubyek: Re: 16 hukuman sadis dalam sejarah kekisaran cina kuno    Fri Feb 04, 2011 10:08 am

iiihhhh sadis bgt

____________
►Yang mau Bikin Groupsilahkan ngeTHREAD DI SINI
►Yang mau nanya'' tentang DeXuS ForuM ngeTHREAD pertanyaan kalian DI SINI
►Yang mau daftar jadi MODERATOR Di DeXuS ForuM Silahkan DAFTARKAN DIRI ANDA DI SINI
►Yang punya kritik atau saran Post DI SINI
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://dexus.forum.st

LeNz
Global Mod
Global Mod

Male Jumlah posting : 119
Points : 242
[ $ ] Dollar : 15
Join date : 19.12.10
Umur : 20

PostSubyek: Re: 16 hukuman sadis dalam sejarah kekisaran cina kuno    Sun Mar 06, 2011 9:12 pm

Admin[Dicky] wrote:
iiihhhh sadis bgt
agan mimin mw nyoba salah satu dari di situ
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user

Sponsored content



PostSubyek: Re: 16 hukuman sadis dalam sejarah kekisaran cina kuno    Today at 5:28 pm

Kembali Ke Atas Go down
 

16 hukuman sadis dalam sejarah kekisaran cina kuno

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 

 Similar topics

+
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
 :: FORUM DISKUSI :: Educations-
Navigasi:  
Free forum | © phpBB | Free forum support | Kontak | Report an abuse | Free blog